Exhibition, gathering marks anti-poverty campaign

Oktober 20, 2009

Luh De Suriyani ,

The Jakarta Post ,  Denpasar   |  Mon, 10/19/2009 1:25 PM  |  Bali

A poster exhibition and public event marked the anti-poverty campaign, “Stand Up, Take Action, End Poverty Now”, campaign at Denpasar’s Puputan Badung Park on Sunday.

The exhibit featured dozens of works by local artists. The posters were displayed in the field and attracted the attention of the city’s residents, who flocked to the event.

One of the participating artists, Wayan Dania, created posters that attacked prevailing social injustices in the environment, health care and the economy.

One of his works read “We need no heroes, we only need someone to plant trees”, with a gripping visual of the island’s disappearing forests due to rampant illegal logging and unchecked man-made development.

His other works highlighted children’s rights for better education and nutrition.

“Sometimes we forget how vastly liberating the sky is because we keep being told to bow and look down,” Dania said.

Next to the poster exhibit, activists from the Bali Bloggers Community (BCC) offered a free-of-charge crash course on basic computer and Internet knowledge. One of the curious visitors was middle-aged man I Ketut Tarta.

Three months ago, Tarta was forced to take an early retirement package after working for 15 straight years for the island’s oldest and biggest chain of supermarkets. Now, he is unemployed.

“I haven’t succeeded in getting a new job. Now, I want to setup a new business providing a marketing and distribution channel for bee farmers in my village, and I need the Internet to promote my business,” he said.

The activists taught Tarta how to set up his email account and introduced him to the marketing potentials of blogging.

The BCC has actively worked to increase the Internet literacy of the island’s residents, particularly those from low-income families. In the past, the BCC had conducted educational campaigns targeting street children.

On adjacent tables, which lined the pedestrian area in front of the Bali Museum, activists from other NGOs offered their services ranging from educational sessions about reproductive health to free medical checkups for senior citizens.

Organized by Alase, an alliance of the island’s NGOs and civil society institutions, the campaign was aimed at strengthening public initiatives to encourage the government to fulfill its commitment to the Millennium Development Goals (MDGs).

The event attracted more than 500 activists and concerned individuals, who gathered to remind both the local public and government of the importance of MDGs.

Iklan

Masyarakat Bali Desak Pemerintah Tuntaskan MDGS

Oktober 20, 2009

October 18th, 2009

Sekitar lima ribu masyarakat Bali mendesak pemerintah segera menuntaskan tujuan pembangunan milenum atau Millennium Development Goals (MDGs). Desakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bangkit Beraksi Stop Pemiskinan Sekarang di Lapangan Puputan Badung Denpasar, Minggu (18/10) petang. Ribuan orang tersebut mengacungkan tangan kiri memakai gelang putih sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen tersebut.

Masyarakat dari berbagai latar belakang itu memenuhi lapangan Puputan Badung sambil berdiri mengucap Ikrar Momen Bangkit Beraksi sebagai bentuk desakan pada pemerintah. Ikrar tersebut antara lain desakan agar kemiskinan dan kelaparan bisa dan harus diakhiri, para ibu tidak perlu lagi meninggal dalam proses persalinan dan hak-hak perempuan dihargai, anak-anak tidak perlu lagi meninggal akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah, setiap anak berhak atas pendidikan, terwujudnya perlindungan lingkungan, serta pemimpin membuat keputusan-keputusan yang melindungi rakyat miskin dan rentan, bukannya melindungi kepentingan-kepentingannya sendiri.

”Kami mendesak janji Anda terhadap kemiskinan-pembebasan hutang, bantuan lebih baik, perdagangan yang adil dan keseteraan jender. Buatlah tanggung jawab pertama Anda untuk menyelamatkan jiwa-jiwa rakyat miskin. Kami meminta Anda untuk menghilangkan ketidaksetaraan, bertanggung jawab terhadap rakyat, memerintah dengan adil dan bijaksana, mengakhiri korupsi dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia,” teriak seluruh masyarakat yang hadir pada kegiatan tersebut secara bersamaan.

Ikrar ini bertujuan memberitahukan kepada para pemimpin dunia bahwa jutaan orang telah bangkit dan menuntut pemiskinan dihilangkan. Mereka juga mengharap bahwa pemenuhan janji atas pencapaian MDGs harus menjadi prioritas politik para pemimpin negara di berbagai dunia. Ikrar itu sendiri merupakan puncak dari kegiatan Bangkit Beraksi selama satu hari. Sejak pukul 9 pagi, para aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan masyarakat sipil Bali yang tergabung dalam ALASE.

Dari pagi hingga malam hari, para aktivis LSM dan masyarakat sipil tersebut mengadakan pameran pelayanan MDGs, pasar murah, street art, konser musik, pelayanan kesehatan gratis, dan pameran kartun, serta pameran poster.

Kegiatan di Bali sendiri merupakan rangkaian dari kegiatan serupa di seluruh dunia sebagai bagian dari “Stand Up, Take Action, End Poverty Now – SUTA Campaign”. Warga di dunia meminta kepada para pemimpin dunia agar memenuhi janji yang mereka buat pada tahun 2000 untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

MDGs mengandung delapan tujuan sebagai respon atas permasalahan global, yang semuanya harus tercapai pada tahun 2015. Butir-butir MDGs tersebut antara lain pemberantasan kemiskinan esktrim dan kelaparan; dicapainya pendidikan tingkat dasar yang merata dan universal; memajukan kesetaraan gender & memberdayakan perempuan; mengurangi tingkat mortalitas anak; memperbaiki kualitas kesehatan ibu hamil; memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit-penyakit lainnya; menjamin kelestarian lingkungan; dan menjalin kerjasama global bagi perkembangan kesejahteraan. [b]

http://www.balebengong.net


FLYER STAND UP IN BALI 2009

Oktober 13, 2009

scan0020


FLYER STAND UP IN BALI 2009

Oktober 13, 2009

scan0019


PRESS RELEASE

Oktober 13, 2009

END POVERTY: STAND-UP AND TAKE ACTION TOGETHER WITH THE WORLD

Denpasar, 12 October 2009

On 16-18 October 2009, Stand Up and Take Action Campaign in Bali will invite at least 500 civilians to strengthen the community initiative towards government’s commitment in achieving Millennium Development Goals – MDGs. In conjunction with world food security day on 17 October 2009 several activities will be held during the 2 days campaign ] using Lapangan Puputan Badung and the front part of Museum Bali as the centre of activities] including reading of the pledge to end poverty, which also will be part of the effort to break the Guinness World Record for the biggest mass mobilization.

Initiated by Alase Bali (Aliansi LSM & Elemen Masyarakat sipil Se-Bali), collaboration of many NGOs and civil community/elements in Bali, on 18 October 2009 from morning till evening at Lapangan Puputan Badung and the front part of Museum Bali, there will be MDGs services exhibition, subsidized food market, street art, music concert, free healthcare services, cartoon exhibition, and poster exhibition at ARt Gallery Ubud on 16 October 2009.

The main event, standing up together is scheduled to be held at 5:30 P.M. with reading of the pledge, followed by the Denpasar Major’s response to government’s service towards MDGs. From the latter it is expected to foster relations between MDGs stakeholders, the government, private sector and the civil society by smoothing the way up to community services which will become more effective and giving more benefit to poverty in Bali. In general, the mobilization is a message to world leaders that millions of people have stood Up and requested to end poverty and that their commitment to the MDGs should

become their political priority. This event is one of the thousand events held all over the world as part of  Stand Up, Take Action, End Poverty Now – SUTA Campaign. People in the world are calling the world leaders to keep the promises made in 2000 to achieve the Millenium Development Goals. MDGs declaration also has 8 goals in response to the world main development challenges, all to be achieved by 2015, they are: eradicate extreme poverty & hunger; achieve universal primary education; promote gender equality and empower women; reduce child mortality; improve maternal health; combat HIV/AIDS, malaria and other diseases; ensure environmental sustainability; and develop a Global Partnership for Development. Last year in 2008, more than 116 million people – almost two percent of the world population – Stand Up and Take Action in the campaign coordinated by the UN Millenium Campaign and Global Call to Action Against Poverty (GCAP) together with a range of partners, breaking Guinness World Record for the biggest mass mobilization in history. For further information on Stand UP and Take Action on 16-18 October 2009 in Bali, please visit:

http://www.standupbali.wordpress.com

Media Contact:

PW Rudolf

forrest club, Jl. Cok Agung Tresna 118, Renon, Denpasar

Ph.: 0361]9271748 or 08191 626 3007

email: pwrudolf@bicsworld.com


PRESS RELEASE

Oktober 13, 2009

HENTIKAN PEMISKINAN: MARI KITA BANGKIT DAN BERAKSI BERSAMA MASYARAKAT DI SELURUH DUNIA

Denpasar, 12 Oktober 2009 – Pada tanggal 16-18 Oktober 2009, Aksi Bangkit dan Beraksi di Bali akan mengajak setidaknya 500 warga sipil guna memperkuat inisiatif masyarakat bagi pemenuhan komitmen Pemerintah terhadap Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals – MDGs).

Bertepatan dengan hari penanggulangan kemiskinan sedunia pada 17 Oktober 2009 mendatang berbagai kegiatan akan diadakan dalam kampanye 2 hari ini berpusat di Lapangan Puputan Badung dan depan Museum Bali berikut pembacaan ikrar untuk menghentikan pemiskinan, yang akan menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor dunia untuk mobilisasi massa terbesar.

Diprakarsai oleh Alase Bali – Aliansi LSM dan Elemen Masyarakat sipil Se]Bali, gabungan dari seluruh LSM dan dari komunitas/elemen masyarakat sipil yang ada di Bali, pada tanggal 18 Oktober 2009 dari pagi sampai malam hari di Lapangan Puputan Badung dan depan Museum Bali akan diadakan pameran pelayanan MDGs, pasar murah, street art, konser musik, pelayanan kesehatan gratis, dan pameran kartun, serta pameran poster di ARt Gallery Ubud pada 16 Oktober 2009. Puncak acara, yakni bangkit bersama oleh segenap warga akan dilakukan pada pk. 17:30 dengan pembacaan ikrar, diikuti tanggapan Walikota Denpasar mengenai pelayanan pemerintah menuju MDGs, yang mana dari sini diharapkan bahwa hubungan antara stakeholders MDGs, pemerintah, swasta dan masyarakat sipil akan diperkuat dengan melancarkan jalan untuk pelayanan terhadap masyarakat yang makin efektif dan bermanfaat untuk pemiskinan di Bali. Secara umum mobilisasi ini dilakukan untuk memberitahukan kepada para pemimpin dunia bahwa jutaan orang telah bangkit dan menuntut pemiskinan dihilangkan dan bahwa pemenuhan janji atas pencapaian MDGs harus menjadi prioritas politik mereka.

Peristiwa ini adalah salah satu dari ribuan peristiwa yang diadakan di seluruh penjuru dunia sebagai bagian dari “Stand ]Up, Take Action, End Poverty Now – SUTA Campaign”. Warga di dunia meminta kepada para pemimpin dunia agar memenuhi janji yang mereka buat pada tahun 2000 untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium. MDGs mengandung 8 tujuan sebagai respon atas permasalahan global, yang semuanya harus tercapai pada tahun 2015, yang butir]butirnya adalah: pemberantasan kemiskinan esktrim dan kelaparan; dicapainya pendidikan tingkat dasar yang merata dan universal; memajukan kesetaraan gender & memberdayakan perempuan; mengurangi tingkat mortalitas anak; memperbaiki kualitas kesehatan ibu hamil; memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit]penyakit lainnya; menjamin kelestarian lingkungan; dan menjalin kerjasama global bagi perkembangan kesejahteraan.

Di tahun 2008 lalu, lebih dari 116 juta warga – hampir dua persen dari populasi dunia – Bangkit dan Beraksi dalam kampanye yang dikoordinir Kampanye Millenium PBB ] UN Millenium Campaign dan Global Call to Action Against Poverty (GCAP) bekerja]sama dengan mitra dari berbagai kalangan memecahkan rekor dunia (Guiness World Record) untuk mobilisasi massa terbesar dalam sejarah manusia. Dan untuk informasi lebih lanjut mengenai Aksi Bangkit dan Beraksi tanggal 16-18 Oktober 2009 di Bali, silahkan kunjungi http://www.standupbali.wordpress.com

Kontak Media:

PW Rudolf

forrest club, Jl. Cok Agung Tresna 118, Renon, Denpasar

Telp.: 0361]9271748 atau 08191 626 3007

email: pwrudolf@bicsworld.com


Kampanye BANGKIT BERAKSI DI BALI 2009

Oktober 1, 2009
  • BANGKIT melawan pemiskinan!
  • SUARAKAN desakan bagi Pemenuhan MDGs!
  • BANGKIT melawan ketidakadilan & kesenjangan!
  • SUARAKAN tuntutan pemenuhan janji pembangunan!
  • BANGKIT bersama-sama dan dihitung!

SUARAKAN bersama-sama dan didengar