Ribuan Orang IKut STAND UP

Pada Program Stop Pemiskinan Kemarin

Radar Bali, Senin 19 Oktober 2009

Denpasar- Aksi pengerahan masa untuk program Stop Pemiskinan, akhirnya berlangsung kemarin di Lapangan Puputan Badung. Pihak Penyelenggara ALASE Bali [Aliansi LSM  dan Masyarakat sipil Se Bali], mengkaim 2000 orang lebih ikut dalam aksi Stand Up [berdiri] kemudian mengepalkan tangan kiri, sebagai perlambang desakan stop pemiskinan.

Sebelum acara aksi stand up, ALASE sudah menggelar tenda-tenda pameran poster protes atas kemiskinan. Selain itu juga ada pengobatan gratis hingga pelayan pengobatan untuk ibu-ibu berupa papsmir. Agenda ini dilakukan di depan Museum Bali.

Setelah itu mulai menyebarkan gelang putih sebagai pertanda ikut stand up melambangkan perlawanan pemiskinan. Seluruh Orang di Puputan Badung, hingga para pedagangnya diberikan gelang putih.  Tepat pukul 17.30 wita mulai panggung sbelah selatan Lapangan puputan Badung dihidupkan dengan pagelaran musik dengan penampilan aktivis merangkap penyanyi Saichu Anwar. Dia membawakan lagu-lagu perjuangan untuk menolak penindasan dan pemiskinan.

Setelah acara musik, baru aksi Stand Up yang langsung diikuti dengan pembacaan petisi untuk mendesak ada langkah kongkrit stop pemiskinan di negeri ini. Saat itu seluruh pengunjung Lapangan Puputan Badung berdiri, mengepalkan tangan kiri sampai mendengarkan pembacaan sikap. Kebetulan ada orang yang agak terganggu mentalnya ikut berdiri dan mengenakan gelang putih.

“Ini bukti kondisi masyarakat kita, ada yang masih kena gangguan jiwa namun tidak dapat pengbatan dan rehabilitasi yang layak. Ini mesti menjadi perhatan serius pemerintah, termasuk yang hadir sekarang ini,” sebut Sekretaris ALSE Bali Nyoman Mardika.

Trus kok pedagang dan pengunjung ikut aksi stand up, bukan datangkan massa? Dia mengatakan, memang agendanya dibuat seperti ini. namun mereka tetap menjadi pihak yang siap untuk mendesak stop pemiskinan. Dengan suksesnya melakukan aksi stand up di Bali, bahkan melebihi target yaitu 1100 orangdan kemaren gelang yang dibagikan mencapai dua ribu, sehinga kami yakin mampu ikut menyumbangkan terpecahkannya Guinnes World Records, yaitu stand up stop pemiskinan,” tegas pria yang juga anggota KPID Bali ini.

Menyangkut Guinnes world Records, Mardika mengatakan tahun lalu di dunia tembus 116 juta orang, sedangkan saat ini akan lebih dari jumlah itu. Di Indonesia ada tiga lokasi, yaitu di sumatera barat, bali dan Jakarta melakukan aksi Stand Up. Sedangkan di seluruh dunia ada lagi beberapa negara melakukan hal yang sama secara berbarengan hari ini. Sehingga dia yakin akan ada lebih dari 116 juta. ” Baru besok malam [hari ini, red] kemungkinan diketahui berapa juta tembus aksi stand u0p ini,” jelas Mardika.

Dalam petisi yang dibacakan Mardika, ada 8 desakan diantaranya meningkatkan kwalitas kesehatan masyarakat, memerangi HIV/AIDs, menanggulangi kemiskinan-kelaparan, meningkatkan kesehatan masyarakat,dan mendorong kestaraan gender. Kemudian mendorong pengurangan kematian ibu hamil dan lainnya. Mardika juga mengatakan ada kesepakata pemimpin di dunia pada  tahun 2015 untuk mencapai MDGs, namun sekarang sudah 2009 belum ada tanda-tanda akan tercapainya tujuan MDGs [Millenium Development Goals]. ” sehingga setiap tahun ada desakan-desakan seperti ini, ” tuntasnya.

Setelah pembacaan petisi, dilanjutkan dengan acara musik dan hiburan lainnya. Terlihat hadir Sekprov Bali, Nyoman Yasa dan Eakil Walikota Denpasar, Jaya Negara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: