Pencapaian Pembangunan Millenium

September 30, 2009

PA010824Alase Bali pada tanggal 30 september 2009 pada pukul 18.30 wita, melaksanakan dialog Interaktif di Dewata tv, mengambil tema pencapaian Millenium Development Goals [MDGs]. Hadir sebagai Nara sumber, Nyoman Mardika,SS dari Yayasan Bintang Gana, Luh Putu Anggreini,SH dari Yayasan Bali Sruti sekaligus wakil ketua KPAID Propinsi Bali, dan Nanang Santoso salah satu aktvis HAM yang tinggal di Jakarta dan menyempatkan hadir di Bali.

Ada hal yang cukup menarik terungkap dalam Dialog Interaktif ini, ketiga narasumber yang ada menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Indonesia masih begitu tinggi, belum lagi angka kematian Balita dan kesehatan wanita yang kurang terperhatikan, serta masih rendahnya perhatian pemerintah baik pusat atau daerah terhadap pemenuhan dasar pendidikan nasional. Untuk itu Pemerintah harus lebih serius memperhatikan nasib rakyat bangsa ini, terlebih mereka telah berkomitmen untuk menuntaskan kemiskinan pada tahun 2015 sesuai dengan Deklarasi Pembangunan Millenium yang telah mereka sepakati pada tahun 2000 silam.

Luh Anggreini juga menyampaikan, “Selain permasalahan yang sudah disebutkan sebelumnya, masih ada satu lagi yang harus menjadi fokus pemerintah, kaum perempuan harus selalu dilibatkan dalam proses-proses pembangunan. Karena realitanya sekarang posisi wanita masih dipandang sebelah mata”.

Lain halnya dengan Nanang Santoso, secara tegas  menyatakan, “sekarang  yang terjadi  adalah adanya proses pemiskinan yang dilakukan secara struktural, olehnya praktek-praktek semacam ini harus segera dihentikan”. Proses dialog interaktif ini menjadi lebih menarik karena banyaknya respon dari pemirsa televisi terhadap tema yang sedang diperbincangkan. pada terakhir acara Nyoman mardika dari Yayasan Bintang Gana, menyampaikan bahwa Alase Bali [Aliansi LSM dan Elemen Masyarakat sipil Se-Bali] akan memprakarsai sebuah aksi nyata yakni Stand UP IN Bali [Bangkit dan Beraksi] pada tanggal 16-18 Oktober 2009 yang nantinya kegiatan tersebut terpusat di Lapangan Puputan Badung. Lebih lanjut Beliau menyatakan Aksi ini bertujuan untuk mengingatkan Penyelenggara negara akan komitmennya terhadap pengentasan rakyat dari garis kemiskinan sesai dengan  tujuan dari MDGs itu sendiri. Untuk itu mengajak seluruh masyarakat Bali agar  hadir dan berpartisipasi pada puncak acara Kampanye Anti Pemiskinan [Stand UP in Bali] pada tanggal 18 oktober 2009. “Mari secara bersama-sama kita ingatkan pemerintah akan komitmennya terhadap pemnuhan dari tujuan Pembangunan Millenium [MDGs]!” ujarnya.


Dialog Interaktif di DEWATA tv

September 29, 2009

English2_CMYK_reverse

Saksikan siaran Langsung “Dialog Interaktif ” di Dewata TV, pada:

Hari/Tanggal      : Rabu, 30 September 2009

Jam                     : 18.30 – 19.30 Wita

Tema                  : Pencapaian Pembangunan Millenium     [MDGs]

Nara sumber      : Nyoman Mardika, SS  [Komisi Penyiaran Daerah ]

Luh Putu Angreini,SH [ Komisi Perlindungan Anak Daerah]

Nanang Suroso  [Ativis HAM]


LOGO KAMPANYE BANGKIT BERAKSI 2009 DI BALI

September 28, 2009

STAND UP LOGO BALI 2009 whiteSTAND UP LOGO BALI 2009 blackSTAND UP LOGO BALI 2009 red


Perlunya Dukungan Media untuk berpartisipasi !

September 28, 2009

Peran Media sangat penting bukan hanya untuk memperluas jangkauan pesan-pesan yang disampaikan tetapi juga untuk mempublikasikan acara sekaligus mengajak partisipasi masyarakat luas untuk hadir dan mendukung kegiatan Kampanye BANGKIT BERAKSI di BALI .


Apakah Panitia Menyediakan Sarana Transportasi dan Logistik Lainnya?

September 28, 2009

Panitia Kampanye BANGKIT DAN BERAKSI  tidak menyediakan sarana transportasi khusus, dan disarankan agar Anda atau wakil kelompok/ organisasi Anda mengatur sarana transportasi dan kebutuhan logistik lainnya, karena pada intinya kegiatan ini adalah kegiatan sosial


Apakah Orang Cacat Fisik seperti tuna netra dan tidak bisa berjalan bisa ikut berpartisipasi dalam Kampanye BANGKIT BERAKSI DI BALI ?

September 28, 2009

Cacat fisik tidak menjadi halangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Kampanye BANGKT BERAKSI di Bali. Panitia telah mengatur agar peserta yang cacat dapat menyatakan dukungan dengan cara tertentu sesuai kondisi baik dengan melambaikan tangan bagi peserta yang tidak dapat berdiri, mengerakkan bagian kaki bagi yang cacat tangan dan lainnya.


Siapa Pemrakarsa Kampanye “STAND UP TAKE ACTION” Di tingkat Global [International]

September 28, 2009

STAND UP BALI 2009 web bannerPemrakarsa Kampanye Stand Up Take Action International adalah United Nation Millenium Campaign, yang memiliki misi untuk memperkuat inisiatif masyarakat bagi pemenuhan komitmen MDGs oleh Pemerintah. UN Millenium Campaign bekerjasama dengan berbagai organisasi masyarakat sipil, Pemda, Legislatif, organisasi perempuan, organisasi keagamaan, media dan lainnya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan sebagai partisipasi dukungan terhadap Kampanye ini. Di Indonesia, UN Millenium Campaign merupakan bagian dari kantor PBB berkedudukan di Jakarta. Informasi lebih lanjut tentang UN Millenium Campaign serta Kampanye “ Stand Up Take Action” di negara lain dapat dilihat pada ;

www.standagainstpoverty.org,

www.endpoverty2015.org.

untuk kegiatan STAND UP TAKE ACTION di Bali bisa dilihat di: www.standupbali.wordpress.com


BAGAIMANA CARA MELAKUKAN AKSI INI?

September 28, 2009

STAND UP LOGO BALI 2009 red thumbnailsTahun 2006, 23 juta orang telah bangkit. Tahun2007, 47 juta orang. Tahun lalu, 116 juta orang telah Bangkit dan Beraksi. Tahun ini, mari tingkatkan lagi aksi kita untuk perubahan yang nyata.Peserta dan panitia akan menetapkan aksi yang paling efektif untuk mendesak tanggung jawab pemerintah dalam pencapaian MDGs. Termasuk dengan penandatanganan petisi, aksi online, penyampaian keinginan pencapaian MDGs kepada pemimpin politik dengan mempersiapkan seminar tentang isu MDGs atau bahkan temu-wicara langsung…ini adalah contoh-contoh aksi yang dapat dilakukan. Fokus utama aksi BANGKIT pada tahun ini adalah anggota Parlemen/legislatif pemerintah pusat (juga termasuk tingkat provinsi/daerah). Ini adalah langkah awal untuk mempengaruhi anggota parlemen agar ikut BANGKIT, kemudian dapat melakukan aksi konkrit dalam membuat kebijakan-kebijakan politik yang sesuai dengan pencapaian MDGs. Penyampaian kepada pemerintah melalui surat, email atau sms dalam jumlah yang sangat besar akan membuat perubahan yang sangat berarti.

“Ingat, untuk dapat dicatat dalam Guinness World Records, Anda harus ikut berpartisipasi dalam momen BANGKIT pada 16-18 Oktober 2009”


TAHUKAH ANDA?

September 27, 2009

STAND UP LOGO BALI 2009 white

  • Pada tahun 2009, jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan mencapai 32,5 juta orang atau 14,5% dari total penduduk Indonesia.  Di tahun 1990 dan 2000, jumlah penduduk miskin adalah 27,2 juta orang dan 38,7 juta orang atau sekitar 15,1% dan 19,1% (Bappenas, 2009).  Perlu upaya keras pemerintah khususnya melalui penciptaan lapangan kerja, agar target pengurangan separuh persentase penduduk miskin di tahun 2015 bisa dicapai.
  • Angka Kematian Ibu (AKI) turun menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, dari 425 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 1992.  Dengan sisa waktu 6 tahun, perlu uapaya lebih efektif agar bisa mencapai target MDGs Indonesia yakni 110 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2015 bisa dicapai.  Data Sensus Kesehatan tahun 2002-2993 menunjukkan 48,7% masalah akses pelayanan kesehatan disebabkan kendala biaya, jarak dan tranasportasi.  Selain investasi di bidang kesehatan, diperlukan dukungan sektor non-kesehatan yakni infrastruktur agar pelayanan kesehatan bisa tersedia dan mudah diakses. Baca entri selengkapnya »

MENGAPA BANGKIT DAN BERAKSI PADA TAHUN 2009?

September 27, 2009

STAND UP LOGO BALI 2009 blackTahun 2000, 189 negara di seluruh dunia telah sepakat menandatangani Deklarasi Millennium untuk melakukan yang terbaik dalam menanggulangi kemiskinan. Mereka berjanji akan melakukan ini untuk memenuhi pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals–MDGs) yang merupakan rancangan penanggulangan kemiskinan hingga tahun 2015. Setiap hari, 50,000 orang meninggal akibat kemiskinan dan jurang antara kaum kaya dengan miskin semakin meningkat. Hampir separuh penduduk dunia hidup dalam garis kemiskinan, 70% dari mereka adalah wanita. Kita punya kekuatan untuk merubah ini semua. Dan kita harus BERAKSI sekarang!

Baca entri selengkapnya »